Belasan jenderal diamankan kubu Soeharto pasca gerakan yang dilakukan Kelompok Letkol Untung. Mencari list-nya cukup sulit, tapi mari coba merekapnya dengan bahan yang ada. Ada yang memang terlibat langsung, ada yang sumir, ada juga yang terkesan tak berhubungan kecuali simpati yang dalam pada Presiden Soekarno. Siapa saja mereka?
Palagan Ambarawa bukanlah pertempuran alamiah tapi by design. Ada peran Tan Malaka di situ. Tan Malaka meminta Sudirman mengejar Sekutu di Ambarawa sebagai bagian strategi pemenangan Sudirman dalam Konperensi tentara di Jogja yang akan memilih panglima besar.
Beberapa waktu lalu menanggapi pertanyaan Arya, saya membuat list yang berisi istri-istri Soekarno yang keberadaannya tercatat dalam dokumentasi publik. Ternyata apa yang saya tulis masih kurang. Ada satu lagi wanita cantik (saya belum lihat fotonya tapi tentulah begitu, bukankah taste Soekarno memang demikian?) yang belum saya sebut. Dialah Sakiko Tanase.
Begitu mendengar Jepang kalah dari Sekutu, para pemuda progresif di Jakarta mencari-cari tokoh untuk mereka usung dalam kemerdekaan Indonesia. Soekarno dan Hatta ternyata bukanlah pilihan pertama. Orang yang diharapkan itu adalah Amir Sjarifuddin. Sayang, Amir tak juga ditemukan sampai detik-detik kemerdekaan tiba.
Belum sepekan Jepang menggusur Belanda sebagai penguasa di wilayah eks Hindia Belanda, Abikoesno datang ke Kalijati. Ia membawa draft yang berisikan usulan pembentukan pemerintahan republik di Nusantara. Di dalamnya termasuk draft susunan kabinet kreasinya. Ia mendapuk dirinya menjadi presiden. Dimana Soekarno dan Hatta?
Berpulangnya SK Trimurti memaksa saya untuk menyempilkan posting ini di antara seri Who Wants to be the First President? yang tengah saya buat. Untuk alasan selembar foto. Yup, masih ada pertanyaan yang tersisa dalam foto pengibaran sang saka merah putih seusai proklamasi.
Disadari atau tidak, masa-masa pergerakan nasional sesungguhnya masa persemaian para calon pemimpin bangsa. Siapa yang akhirnya memenuhi takdir sebagai presiden pertama andaikata kemerdekaan bukan lagi impian. Dan Soekarno bukanlah pelari satu-satunya. Di lintasan lain, ia berpacu dengan lawan-lawan sekaligus kawannya.
Content © Anusapati
Proudly powered by WordPress
Theme designed by The Design Canopy
Hosted by edublogs - online education tools and community
92 queries.
0,598 seconds.
Pernyataan