Who Wants to be the First President? (2)

30 May 2008

Abikoesno Tjokrosoejoso. Abikoesno merintis karir politiknya di Syarikat Islam (SI). Bukan kebetulan dia ada di sana. Ia masih memiliki hubungan saudara dengan guru semua aktivis yang juga pegiat SI, Oemar Said Tjokroaminoto. Pada 1918, saat ia menjadi Sekretaris SI Surabaya, Abikoesno ada di barisan depan orang-orang yang menentang Marthodarsono, wartawan Solo yang dinilai menghujat nabi.

Lepas dari era Tjokroaninoto, Abikoesno langsung mencapai pucuk pimpinan SI - saat itu sudah berubah nama menjadi PSII. Segera, ia membuktikan diri sebagai pimpinan yang tegas berprinsip. Tokoh senior PSII, Agus Salim, ia singkirkan karena dianggap kooperatif dengan kolonial. Kemudian, pengikutnya sendiri Kartosoewirjo juga ia tendang lantaran terlalu kaku menerapkan prinsip hijrah dalam menegakkan syariat Islam.

Dengan reputasi sebagai salah satu pemimpin partai paling berpengaruh saat itu, Abikoesno agaknya cukup pede dengan kepopuleran dirinya. Catatan bahwa perjuangannya merintis kemerdekaan di negeri ini tak se-dramatis Soekarno (yang mesti menghuni bui dan menjalani pengasingan), Hatta (Dituntut di persidangan dan juga diasingkan), Syahrir (diasingkan) dan para aktivis Digoel, bukan masalah baginya.

Karenanya ketika ada pergantian era, belum sepekan Jepang menggusur Belanda sebagai penguasa di wilayah eks Hindia Belanda, Abikoesno datang ke Kalijati. Ia membawa draft yang berisikan usulan pembentukan pemerintahan republik di Nusantara. Di dalamnya termasuk draft susunan kabinet kreasinya. Abikoesno mendapuk dirinya sebagai presiden dan menempatkan Mohammad Hatta sebagai menteri ekonomi.

Dimana letak Soekarno? Aha, oleh Abikoesno Soekarno ditempatkan cukup sebagai menteri propaganda sesuai dengan kelihaiannya cuap-cuap di muka publik. Tapi Jepang mengacuhkan draft ini. Alih-alih, Jepang lantas malah membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) sebagai pusat mobilisasi massa pribumi dan memilih Soekarno sebagai pemimpinnya bersama-sama dengan Mohammad Hatta, KH Mas Mansyur dan Ki Hajar Dewantara.

Abikoesno? Agaknya ia salah memperhitungkan diri. Sejak itu, ia seperti tahu diri. Tetap terlibat dalam pergerakan nasional hingga era kemerdekaan, namun dalam porsi sesuai dengan tuntutan sejarahnya.


TAGS Abikoesno Presiden Abikusno


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post