• 24

    Apr

    Granat Cikini

    30 November 1957. Granat yang dilemparkan Tasrif tak cuma meledakkan halaman depan sekolah Perguruan Cikini di Jl Cikini Raya 76 Jakarta, tapi juga meledakkan amarah Presiden Soekarno. Betapa tidak, hanya beberapa jengkal dari dirinya, ia mesti menyaksikan sembilan anak dan seorang ibu yang tengah hamil merenggang nyawa. Seorang pengawalnya terluka berat dan ia mesti merelakan lengannya tergores kawat berduri saat lari mengamankan diri. Soekarno murka. Telunjuk segera diedarkan. Mayor Dachyar selaku Komandan Militer Jakarta ketika itu langsung menyodorkan jawaban hanya berselang 3 hari setelah kejadian. Ia menuding percobaan pembunuhan presiden itu buah tangan kelompok teroris yang didesain Kolonel Zulkifli Lubis. Motifnya apalagi kalau bukan perseteruan perwira daerah (baca; PRRI dan Pe
  • 18

    Apr

    PenampaRan Soeharto

    Tampar menampar mungkin hal yang remeh temeh. Ini fragmen yang biasa terjadi dalam hubungan sosial antar berbagai orang. Panas saat kejadian dan menciut ketika waktu sudah berjalan. Tapi ada juga urusan tampar menampar yang malah jadi gosip yang legendaris, bahkan hingga zaman jagad internet saat ini. Itulah insiden ditamparnya Letkol Soeharto oleh Panglima TT VII Sulawesi, Kolonel Alex Kawilarang pada tahun 1950. Dalam berbagai tulisan di belantara web, peristiwa ditempelengnya Suharto oleh Kawilarang gampang ditemukan. Masuk saja ke rumah Mbah Gugel dan bisikan kata sakti Soeharto Kawilarang, niscaya sejentrek tulisan tentang kejadian itu akan terpapar lebar. Tapi herannya, tak ada versi yang seragam. Sedikitnya ada dua versi yang muncul. Versi pertama, Kawilarang yang ketika itu ditug
  • 14

    Apr

    Poligami Soekarno

    Salah satu hal yang diingat dari Soekarno hingga sekarang adalah reputasinya sebagai pecinta wanita. Betapa tidak, sepanjang hayatnya yang mencapai 69 tahun, dalam banyak catatan referensi (a.l Istri-Istri Soekarno - M Yuanda Zara) , Soekarno pernah menikah resmi hingga 9 kali. Saya kira rekor ini tak akan terpecahkan oleh presiden Indonesia selanjutnya, sampai kapanpun….hehehe. Sebetulnya, bila menengok sikap Soekarno di masa awal pergerakan (th 1929), polah poligami Soekarno pada zaman puncak karirnya patut dikritisi. Saat itu, ketika bersua H Agus Salim di Bandung, Soekarno muda (Soekarno sudah menikahi Inggit Ganarsih setelah sebelumnya menceraikan Oetari Tjokroaminoto) mengkritik norma Islam yang memperbolehkan adanya poligami. Agus Salim yang memang agamis, membelanya setengah
  • 11

    Apr

    Pejuang dan Kriminal

    Pejuang dan kriminal jelas kosa kata dengan pengertian seperti bumi dan langit. Tapi ada kalanya, dua makna itu melekat beriringan dalam perjalanan hidup seseorang. Maklumlah hidup toh abu-abu. Suatu waktu, seorang pejuang terpaksa mati sebagai bajingan, ataupun sebaliknya bromocorah yang justru mengukir ujung hidup dengan bentangan merah putih di peti matinya. Sejarah punya catatannya tersendiri. Ketika semangat kemerdekaan masih menggelora dan apa daya jumlah orang yang mau bertempur masih minim, bos-bos tentara-tentara dalam pertemuan di Jogja, 25 Desember 1945 terpaksa merekomendasikan untuk membebaskan seluruh tahanan di penjara dan mengorganisir mereka ke dalam laskar-laskar perjuangan. Seketika, di Solo muncul Barisan Hitam Putih dan di sekitar Surabaya berdiri Barisan Bawah Tanah.
  • 2

    Apr

    Sore di Ngaliyan

    Saya menengoknya pada suatu sore di pertengahan tahun 2006. Lawatan yang sesungguhnya tak direncanakan meskipun sudah dua tahun terakhir saya menelisik jejaknya. Secara tak terduga, saat menemui rekan saya di Karanganyar, calon suaminya ternyata tahu persis lokasi makam Amir Syarifuddin karena masa kecilnya dihabiskan di kampung, tak jauh dari astana tempat Amir dan kawan-kawannya berbaring. Ngaliyan nama kampung itu, tak jauh dari Waduk Lalung. Sore itu juga, saya segera diantar kesana. Kami memutar lewat alun-alun kota Karanganyar dan terus menuju ke selatan kota. Sekitar 2 km dari situ, sampailah kami di Gedung Uji Laik Kendaraan milik Dinas Perhubungan. Mobil segera berbelok ke kanan dan masuk ke jalan kecil sejauh 150 meter. Yang nampak adalah sebuah kompleks pemakaman desa. Tembokny
  • 25

    Mar

    Korupsi, at the Beginning

    Kapan ya pertama kali ada korupsi di pemerintahan Indonesia? Apakah di jaman revolusi sudah ada? Ini semacam pertanyaan retorik. Menelisiknya sama saja dengan mencari sebutir ketan dalam tempayan beras. Uannngel-e pol. Bagaimana bisa mendokumentasikan kasus korupsi jika hampir seluruh kepala memikirkan bagaimana caranya biar Londo bisa enyah dari Indonesia, atau minimal enggak jadi korban perang deh. Tak heran saat saya menyapa guru saya, DenMas Gugel, priyayi agung itu tak memberikan sabda yang memuaskan untuk pertanyaan ‘Sejarah Korupsi di Indonesia.” Yang saya dapat malah ini, sebuah makalah orang LIPI yang isinya justru tak menunjukkan satu kasus pun yang cukup detail untuk dinobatkan sebagai skandal megakorupsi pertama di Indonesia. Entahlah, jika nanti saya mencarinya di
  • 21

    Mar

    Soesalit

    Salah satu tokoh militer era revolusi yang nampak (dibuat) misterius adalah Jenderal Mayor Soesalit. Saya tidak tahu persis mengapa begitu sulit mencari referensi soal jenderal yang satu ini. Padahal dia bukan dari keluarga Antah Berantah. Ya, Soesalit adalah putra satu-satunya dari RA Kartini, yang belakangan ditasbihkan pemerintah sebagai Pahlawan Emansipasi Wanita. Satu-satunya yang terang benderang dari Soesalit tentu tanggal kelahirannya, 13 September 1904. Wajar saja, soalnya hampir semua murid sekolah mengenal kelahirannya sebagai penyebab meninggalnya Kartini. Selepas itu, riwayat Soesalit seperti malam sehabis gelap. Nama Soesalit baru terbit terang kembali pada masa awal revolusi. Saat itu, ia termasuk jenderal yang populer pada faksi tentara kelaskaran. Hampir semua pejuang di
  • 17

    Mar

    Titik Pangkal

    Fragmen itu seolah tersaji saat saya baru berumur 14 tahun. Suatu ketika, Majalah Tempo mengutip buku Memori Jenderal Yoga (Sugama) yang baru saja terbit. Awal tahun 1980-an, Soeharto tengah dalam masa emas kekuasaan. Ia berdiri dikelilingi orang-orang kepercayaannya, salahsatunya adalah Amir Machmud. “Mir, kamu saja jadikan Ketua MPR saja.” Dan…tahun 1982-1987, Amir Machmud tercatat menjadi Ketua DPR/MPR Indonesia. Peristiwa itu sudah lebih 17 tahun yang lalu, tapi kalimatnya saya ingat sampai sekarang. Itulah titik permulaan kesadaran berpolitik saya. Bahwa (dulu) ada dagelan besar di pentas kepemimpinan di negeri yang saya diami.
  • 25

    Feb

    Bendera Pusaka

    Saya pikir ada yang salah dengan persepsi orang (dan sedihnya pers juga) bahwa Bendera Pusaka Merah Putih yang saat ini ada di Istana Merdeka (menunggu pemindahan ke Monumen Nasional) adalah karya Ny Fatmawati. Memang benar bahwa istri kedua Soekarno tersebut yang membuat bendera pusaka merah putih untuk dikibarkan saat proklamasi 17 Agustus1945. Tapi karyanya sudah musnah sejak 19 Desember 1948. Pada tanggal itu, langit Jogja sudah dipenuhi oleh seliweran pesawat tempur Belanda. Ya, Jogja tengah menghadapi Agresi Militer II. Soekarno yang gundah memanggil Hussein Mutahar, sopir yang sejak beberapa waktu mengemudikan mobilnya. Pada Mutahar, Soekarno menitipkan bendera pusaka. Ia tak mau, bendera keramat itu didekap Belanda bersamaan dengan penangkapan dirinya nanti. Apa kata dunia bila si
  • 14

    Feb

    Lagu Amir

    Pada mulanya adalah sebuah lagu. 1928. Segera Amir Sjarifuddin akrab dengan kawan barunya, seorang wartawan muda koran Sin Po. Supratman namanya. Pada Supratman, Amir menemukan oase dari riuhnya belantara politik yang mulai ditekuninya. Ada dua hal yang mempertemukan mereka, semangat jurnalistik dan biola. Di kala senggang, Amir dan Pratman biasa menggesek biola bersama. Tapi untuk urusan lagu, Amir harus menjura pada rekannya. Supratman punya kelebihan. Ia piawai menciptakan melodi. Mungkin tidak orisinil tapi indah di telinga. Kepandaian inilah yang dibawa Amir kepada Muhammad Yamin. Yamin kala itu orang top. Ia ada di barisan depan tokoh kebangsaan Nusantara. Pada Yamin pula Amir menumpang hidup selepas putus kuliah dari Leiden. Amir memberitahu kebisaan Pratman kepada Yamin. Kebetul

Author

Follow Me

Search

Recent Post